Skip to content

Kisah Nabi Nuh A.S.(1) Dakwah Nabi Nuh Kepada Kaumnya

May 26, 2009

Nabi Nuh adalah nabi keempat sesudah Adam, Syith dan Idris dan keturunan kesembilan dari Nabi Adam. Ayahnya adalah Lamik bin Metusyalih bin Idris.

Dakwah Nabi Nuh Kepada Kaumnya

Nabi Nuh menerima wahyu kenabian dari Allah dlm masa “fatrah” masa kekosongan di antara dua rasul di mana biasanya manusia secara beransur-ansur melupakan ajaran agama yg dibawa oleh nabi yg meninggalkan mereka dan kembali bersyirik meninggalkan amal kebajikan, melakukan kemungkaran dan kemaksiatan di bawah pimpinan Iblis.
Demikianlah maka kaum Nabi Nuh tidak luput dari proses tersebut, sehingga ketika Nabi Nuh datang di tengah-tengah mereka, mereka sedang menyembah berhala ialah patung-patung yg dibuat oleh tangan-tangan mereka sendiri disembahnya sebagai tuhan-tuhan yg dapat membawa kebaikan dan manfaat serta menolak segala kesengsaraan dan kemalangan.berhala-berhala yg dipertuhankan dan menurut kepercayaan mereka mempunyai kekuatan dan kekuasaan ghaib ke atas manusia itu diberinya nama-nama yg silih berganti menurut kehendak dan selera kebodohan mereka.Kadang-kadang mereka namakan berhala mereka ” Wadd ” dan ” Suwa ” kadangkala ” Yaguts ” dan bila sudah bosan digantinya dgn nama ” Yatuq ” dan ” Nasr “.

Nabi Nuh berdakwah kpd kaumnya yg sudah jauh tersesat oleh iblis itu, mengajak mereka meninggalkan syirik dan penyembahan berhala dan kembali kpd tauhid menyembah Allah Tuhan sekalian alam melakukan ajaran-ajaran agama yg diwahyukan kepadanya serta meninggalkan kemungkaran dan kemaksiatan yg diajarkan oleh Syaitan dan Iblis.
Nabi Nuh menarik perhatian kaumnya agar melihat alam semesta yg diciptakan oleh Allah berupa langit dengan matahari, bulan dan bintang-bintang yg menghiasinya, bumi dgn kekayaan yg ada di atas dan di bawahnya, berupa tumbuh-tumbuhan dan air yg mengalir yg memberi kenikmatan hidup kpd manusia, pengantian malam menjadi siang dan sebaliknya yg kesemua itu menjadi bukti dan tanda nyata akan adanya keesaan Tuhan yg harus disembah dan bukan berhala-berhala yg mereka buat dgn tangan mereka sendiri.Di samping itu Nabi Nuh juga memberitakan kpd mereka bhw akan ada gajaran yg akan diterima oleh manusia atas segala amalannya di dunia iaitu syurga bagi amalan kebajikan dan neraka bagi segala pelanggaran terhadap perintah agama yg berupa kemungkaran dan kemaksiatan.

Nabi Nuh yg dikurniakan Allah dgn sifat-sifat yg patut dimiliki oleh seorg nabi, fasih dan tegas dlm kata-katanya, bijaksana dan sabar dlm tindak-tanduknya melaksanakan tugas risalahnya kpd kaumnya dgn penuh kesabaran dan kebijaksanaan dgn cara yg lemah lembut mengetuk hati nurani mereka dan kadang kala dgn kata-kata yg tajam dan nada yg kasar bila menghadapi pembesar-pembesar kaumnya yg keras kepala yg enggan menerima hujjah dan dalil-dalil yg dikemukakan kpd mereka yg tidak dapat mereka membantahnya atau mematahkannya.

Akan tetapi walaupun Nabi Nuh telah berusaha sekuat tanaganya berdakwah kepda kaumnya dgn segala kebijaksanaan, kecekapan dan kesabaran dan dlm setiap kesempatan, siang mahupun malam dgn cara berbisik-bisik atau cara terang dan terbuka terbyata hanya sedikit sekali dari kaumnya yg dpt menerima dakwahnya dan mengikuti ajakannya, yg menurut sementara riwayat tidak melebihi bilangan seratus org. Mereka pun terdiri dr org-org yg miskin berkedudukan sosial lemah. Sedangkan org yg kaya-raya, berkedudukan tingi dan terpandang dlm masyarakat, yg merupakan pembesar-pembesar dan penguasa-penguasa tetap membangkang, tidak mempercayai Nabi Nuh mengingkari dakwahnya dan sesekali tidak merelakan melepas agamanya dan kepercayaan mereka terhadap berhala-berhala mereka, bahkan mereka berusaha dgn mengadakan persekongkolan hendak melumpuhkan dan mengagalkan usaha dakwah Nabi nuh.

Berkata mereka kpd Nabi Nuh:”Bukankah engkau hanya seorg drp.kami dan tidak berbeza drp kami sebagai manusia biasa. Jikalau betul Allah akan mengutuskan seorg rasul yg membawa perintah-Nya, nescaya Ia akan mengutuskan seorg malaikat yg patut kami dengarkan kata-katanya dan kami ikuti ajakannya dan bukan manusia biasa seperti engkau hanya dpt diikuti org-org rendah kedudukan sosialnya seperti para buruh petani org-org yg tidak berpenghasilan yg bagi kami mereka seperti sampah masyarakat.Pengikut-pengikutmu itu adalah org-org yg tidak mempunyai daya fikiran dan ketajaman otak, mereka mengikutimu secara buta tuli tanpa memikirkan dan menimbangkan masak-masak benar atau tidaknya dakwah dan ajakanmu itu. Cuba agama yg engkau bawa dan ajaran -ajaran yg engkau sadurkan kpd kami itu betul-betul benar, nescaya kamilah dulu mengikutimu dan bukannya org-org yg mengemis pengikut-pengikutmu itu. kami sebagai pemuka-pemuka masyarakat yg pandai berfikir, memiliki kecerdasan otak dan pandangan yg luas dan yg dipandang masyarakat sebagai pemimpin-pemimpinnya, tidaklah mudak kami menerima ajakanmu dan dakwahmu.Engkau tidak mempunyai kelebihan di atas kami tentang soaL-soal kemasyarakatan dan pergaulan hidup.kami jauh lebih pandai dan lebih mengetahui drpmu tentang hal itu semua.nya.Anggapan kami terhadapmu, tidak lain dan tidak bukan, bahawa engkau adalh pendusta belaka.”

Nuh berkata, menjawab ejekan dan olok-olokan kaumnya:”Adakah engkau mengira bhw aku dpt memaksa kamu mengikuti ajaranku atau mengira bhw aku mempunyai kekuasaan utk menjadikan kamu org-org yg beriman jika kamu tetap menolak ajakan ku dan tetap membuta-tuli terhadap bukti-bukti kebenaran dakwahku dan tetap mempertahakan pendirianmu yg tersesat yg diilhamkan oleh kesombongan dan kecongkakan krn kedudukan dan harta-benda yg kamu miliki.Aku hanya seorg manusia yg mendpt amanat dan diberi tugas oleh Allah utk menyampaikan risalah-Nya kpd kamu. Jika kamu tetap berkeras kepala dan tidak mahu kembali ke jalan yg benar dan menerima agama Allah yg diutuskan-Nya kepada ku maka terserahlah kpd Allah utk menentukan hukuman-Nya dan gajaran-Nya keatas diri kamu. Aku hanya pesuruh dan rasul-Nya yg diperintahkan utk menyampaikan amanat-Nya kpd hamba-hamba-Nya. Dialah yg berkuasa memberi hidayah kpdmu dan mengampuni dosamu atau menurunkan azab dan seksaan-Nya di atas kamu sekalian jika Ia kehendaki.Dialah pula yg berkuasa menurunkan seksa danazab-nya di dunia atau menangguhkannya sampai hari kemudian. Dialah Tuhan pencipta alam semesta ini, Maha Kuasa ,Maha Mengetahui, maha pengasih dan Maha Penyayang.”</I.

Kaum Nuh mengemukakan syarat dgn berkata:”Wahai Nuh! Jika engkau menghendaki kami mengikutimu dan memberi sokongan dan semangat kpd kamu dan kpd agama yg engkau bawa, maka jauhkanlah para pengikutmu yg terdiri dr org-org petani, buruh dan hamaba-hamba sahaya itu. Usirlah mereka dr pengaulanmu krn kami tidak dpt bergaul dgn mereka duduk berdampingan dgn mereka mengikut cara hidup mereka dan bergabung dgn mereka dlm suatu agama dan kepercayaan. Dan bagaimana kami dpt menerima satu agama yg menyamaratakan para bangsawan dgn org awam, penguasa dan pembesar dgn buruh-buruhnya dan org kaya yg berkedudukan dgn org yg miskin dan papa.”

Nabi Nuh menolak pensyaratan kaumnya dan berkata:”Risalah dan agama yg aku bawa adalah utk semua org tiada pengecualian, yg pandai mahupun yg bodoh, yg kaya mahupun miskin, majikan ataupun buruh ,diantara peguasa dan rakyat biasa semuanya mempunyai kedudukan dan tempat yg sama trehadap agama dan hukum Allah. Andai kata aku memenuhi pensyaratan kamu dan meluluskan keinginanmu menyingkirkan para pengikutku yg setia itu, maka siapakah yg dpt ku harapkan akan meneruskan dakwahku kpd org ramai dan bagaimana aku sampai hati menjauhkan drpku org-org yg telah beriman dan menerima dakwahku dgn penuh keyakinan dan keikhlasan di kala kamu menolaknya serta mengingkarinya, org-org yg telah membantuku dlm tugasku di kala kamu menghalangi usahaku dan merintangi dakwahku. Dan bagaimanakah aku dpt mempertanggungjawabkan tindakan pengusiranku kpd mereka terhadap Allah bila mereka mengadu bahawa aku telah membalas kesetiaan dan ketaatan mereka dgn sebaliknya semata-mata utk memenuhi permintaanmu dan tunduk kpd pensyaratanmu yg tidak wajar dan tidak dpt diterima oleh akal dan fikiran yg sihat. Sesungguhnay kamu adalah org-org yg bodoh dan tidak berfikiran sihat.

Pada akhirnya, krn merasa tidak berdaya lagi mengingkari kebenaran kata-kata Nabi Nuh dan merasa kehabisan alasan dan hujjah utk melanjutkan dialog dgn beliau, maka berkatalah mereka:”Wahai Nabi Nuh! Kita telah banyak bermujadalah dan berdebat dan cukup berdialog serta mendengar dakwahmu yg sudah menjemukan itu. Kami tetap tidak akan mengikutimu dan tidak akan sesekali melepaskan kepercayaan dan adat-istiadat kami sehingga tidak ada gunanya lagi engkau mengulang-ulangi dakwah dan ajakanmu dan bertegang lidah dgn kami. datangkanlah apa yg engkau benar-benar org yg menepati janji dan kata-katanya. Kami ingin melihat kebenaran kata-katamu dan ancamanmu dlm kenyataan. Krn kami masih tetap belum mempercayaimu dan tetap meragukan dakwahmu.”

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: