Skip to content

“Salaamun’alaikum”,…detik-detik yang dirindu

June 29, 2009

ATT000614

Bacalah dengan pelan

Renungkan dengan mendalam

Kiranya ingin cepat berlalu

Berhentilah…mungkin hanya menyia-nyiakan waktu

Tersenyumlah…karena pastinya akan tersenyum untuk buah-buah keimanan yang haq, menggantikan pedih dan perihnya kala membuktikan eksistensi keimanan.

Berbahagialah…karena pastinya akan bahagia untuk keistiqomahan yang senantiasa terpelihara, untuk keikhlasan yang senantiasa tulus, menggantikan setiap detik waktu tercurahnya pikiran, jiwa, dan raga, hidup dan mati untuk Rabb yang haq.

Sujud bersyurkurlah…karena semestinya bersyukur untuk semua taufik, hidayah, dan rahmat hingga dengan tegar bisa melangkah dalam cahaya keimanan. Bersyukurlah untuk rahmat-Nya yang haq, kenikmatan, kesejukan, dan kedamaian yang membayang di ujung mata..di saat terakhir kita menatap dunia. Saat-saat terakhir yang tentunya dirindu oleh semua mukmin.

Wannaa syithaati nasythaa1…malaikat-malaikat yang hendak memisahkan kita dengan dunia dengan penuh kelemah lembutan yang bersama kita harap merekalah yang datang menjemput.  Dengan kelembutannya mengalahkan sakit yang amat sangat saat lepasnya nyawa dari raga, lembut sapa sambutnya….”salaamun’alaikum..masuklah kamu ke dalam syurga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan.”2 Sungguh detik-detik yang kita rindu, detik-detik kebahagiaan sejati seorang mukmin. Detik-detik penghargaan atas semua amal, saat berpisah dengan dunia arena permainan dan senda gurau, dengan jaminan terbentangnya syurga penuh kedamaian dan kesejukan yang kekal.

Adakah yang lebih menggembirakan dari padanya? Apakah saat itu akan tergadai terus terbengkalai dengan menghabiskan tiap detik hanya untuk bersantai, tertawa-tawa…bahkan lalai. Lalai bahwa saat ini hanyalah singgah. Lalai bahwa ada esok yang abadi. Lalai mempersiapkan diri menghadapi detik-detik itu, mempersiapkan untuk hidup sesudah mati. Pejamkan mata…renungkanlah…betapa indahnya…betapa bahagianya, “salaamun’alaikum..masuklah kamu ke dalam syurga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan”. Detik-detik yang dirindu…tidakkah kita ingin? Mari pahami dan penuhi syaratnya.

1)        Q.S. An Naazi’aat : 2

2)        Q.S. An Nahl : 32

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: